Salah satu poin pembicaraan utama dari pengajuan tersebut e-skuter lipat BMW memang mekanisme pelipatannya.
Model tersebut tidak melipat roda di atas pijakan kaki melainkan memiliki slot untuk meletakkan roda belakang.
Arsitektur mekanisme pelipatan mencakup sambungan pertama dan sumbu pivot pertama.
Skuter dapat diatur dari posisi terbuka ke posisi terlipat melalui sambungannya.
Baca Juga: Jelang Debat Keempat Cawapres, Gibran Akui Banyak Istirahat dan Prabowo Tak Banyak Beri Wejangan
Dari segi performa, e-skuter lipat BMW akan ditenagai oleh motor hub listrik roda depan dengan output antara 500 watt dan 1.400 watt.
Tidak jelas apakah skuter listrik ini akan menjadi skuter yang dapat menyeimbangkan diri sendiri, tetapi akan membutuhkan hingga 60% dari peringkat dayanya untuk mencapai keseimbangan diri.
E-skuter BMW dapat memiliki kecepatan tertinggi tidak melebihi 20 km/jam untuk melintasi jalan umum di Eropa.
Baca Juga: Ajak Anggota MDS Coop Ikut Mendukung, Rini Soemarno Suarakan Jangan Lupa Pilih Prabowo Presiden 2024
Dimensi e-skuter tidak diketahui, karena detail ini tidak ditentukan dalam paten.
Namun diharapkan kendaraan tersebut cukup kompak untuk dibawa dengan mobil kecil atau bahkan di bus atau kereta.
Belum ada rincian mengenai tanggal rilis e-skuter lipat BMW tersebut.
Ada kemungkinan juga bahwa model ini difokuskan terutama pada pasar mikromobilitas Eropa yang sangat dinamis.