Terlibat Manipulasi Data Otentik Bank, Pemilik Akun X @bjorkanesiaa Ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya

photo author
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:28 WIB
Terlibat Manipulasi Data Otentik Bank, Pemilik Akun X @bjorkanesiaa Ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya (Foto ilustrasi hacker - Polisi menangkap ‘Bjorka’ terkait akses ilegal data nasabah. (Unsplash/ikuvkevk))
Terlibat Manipulasi Data Otentik Bank, Pemilik Akun X @bjorkanesiaa Ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya (Foto ilustrasi hacker - Polisi menangkap ‘Bjorka’ terkait akses ilegal data nasabah. (Unsplash/ikuvkevk))

KLIK SAJA - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya telah menangkap seorang pria berinisial WFT (22) yang diduga kuat sebagai pemilik di balik akun media sosial X (sebelumnya Twitter) dengan nama pengguna @bjorkanesiaa.

Pria yang dikenal dengan julukan "Bjorka" ini dicurigai melakukan tindakan ilegal berupa akses dan manipulasi data nasabah dari salah satu bank swasta di Indonesia.

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa modus yang digunakan WFT adalah memanipulasi data sedemikian rupa sehingga terlihat seperti basis data otentik milik bank tersebut.

Lebih lanjut, Reonald menerangkan peran WFT: selain menjadi pemilik akun X "Bjorka" dan "@bjorkanesiaa versi 2020," tersangka juga mengunggah dan menampilkan database akun nasabah bank swasta tersebut.

Baca Juga: Status Kejadian Khusus Radiasi Ditetapkan! Kontaminasi Cesium-137 di Cikande Banten Diduga Berasal dari Peleburan Logam PT PMT

Data nasabah tersebut diduga diperoleh WFT dari sebuah forum gelap (dark forum).

Reonald mengungkapkan bahwa penangkapan WFT dilakukan di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada 23 September 2025 lalu.

Identitas ‘Bjorka’ yang Terungkap

Penangkapan WFT ini membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk bisa melacak dan mengumpulkan alat bukti untuk bisa melakukan proses hukum lanjutan.

“Selama ini pelaku sudah memiliki akun di beberapa biasa kita kenal dark web, sudah mulai mengeksplor sejak tahun 2020. Saat kita mulai mengeksplor di situ, akan ada banyak hal yang aneh kita temukan, salah satunya adalah data terkait data-data pribadi yang dijual oleh para pelaku, hacker, atau ransomware,” ujar Wakil Direktur Reserse Siber AKBP Fian Yunus.

Fian menjelaskan bahwa Bjorka ini aktif pada Desember 2024 dan mengubah namanya menjadi SkyWave.

Baca Juga: Goldman Sachs Peringatkan Pekerja Gen Z di Sektor Teknologi Paling Terdampak Adopsi AI

Kemudian pada Maret 2025 menjadi Shiny Hunter dan pada Agustus 2025 adalah Opposite 6890.

“Tujuan pelaku melakukan perubahan nama untuk menyamarkan dirinya dengan membuat menggunakan berbagai macam email, telepon, atau apapun sehingga yang bersangkutan sangat susah dilacak,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X