Mengenal Carbon Capture, Teknologi untuk Mengatasi Perubahan Iklim

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 27 Juni 2025 | 00:40 WIB
Ilustrasi penggunaan Carbon Capture (Kids Fight Climate Change)
Ilustrasi penggunaan Carbon Capture (Kids Fight Climate Change)

KLIK SAJA - Kita saat ini hidup di Bumi yang udaranya sudah tak ramah untuk dihirup, karena tingginya tingkat polusi akibat industrialisasi.

Maka dari itu diperlukan upaya untuk mengurangi polusi tersebut, salah satunya adalah Carbon Capture.

Carbon capture merujuk pada teknologi yang berupaya mengatasi perubahan iklim dengan menangkap karbon dioksida, atau CO₂.

Di atmosfer Bumi, CO₂ berfungsi seperti selimut. Ia memerangkap panas dan menyebabkan pemanasan iklim.

Manusia menambahkan banyak CO₂ ke udara saat membakar bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, atau gas alam untuk menghasilkan energi.

Carbon capture dapat mengurangi polusi CO₂ yang menyebabkan pemanasan iklim ini.

Ada dua jenis utama carbon capture. Yang pertama adalah yang menghilangkan CO₂ yang sudah berada di atmosfer.

Ini disebut non-point-source capture. Yang lainnya adalah yang menghilangkan CO₂ langsung dari sumbernya — tempat gas tersebut dihasilkan — sehingga tidak sempat masuk ke atmosfer. Ini disebut point-source capture.

Point-source carbon capture digunakan dalam beberapa industri yang menghasilkan banyak CO₂, seperti industri baja dan semen.

Salah satu jenis point-source carbon capture menggunakan cairan untuk menyerap CO₂ sebelum gas tersebut keluar dari cerobong asap.

Pendekatan lainnya menggunakan material khusus yang dapat menempel pada molekul CO₂ dan menghilangkannya dari emisi.

Setelah ditangkap, karbon ini harus dimanfaatkan atau disuntikkan jauh ke dalam tanah untuk disimpan.

Non-point-source carbon capture menghilangkan CO₂ dari atmosfer — setelah gas tersebut terlepas dari sumber asalnya. Salah satu pendekatan menggunakan tangki yang diisi dengan sejenis alga yang disebut mikroalga.

Seperti tumbuhan, alga ini melakukan fotosintesis. Proses ini mengubah CO₂ di udara menjadi gula, yang digunakan alga untuk tumbuh dan berkembang biak. Ketika alga berkembang biak — menghasilkan lebih banyak alga — mereka telah mengubah CO₂ menjadi biomassa, yaitu materi penyusun makhluk hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X