KLIK SAJA - Teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat objek yang jauh.
Teleskop mengumpulkan dan memfokuskan lebih banyak cahaya daripada yang dapat dilihat oleh mata kita sendiri.
Secara umum, teleskop yang lebih besar mengumpulkan lebih banyak cahaya dan menawarkan pemandangan yang lebih baik.
Beberapa teleskop bahkan mengumpulkan jenis cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
Baca Juga: Awas! Bahaya Teknologi AI Deepfake Mengintai Kita, Yuk Kita Kenali Ciri-Cirinya
Sebagian besar pengetahuan kita tentang alam semesta berasal dari pengamatan teleskop.
Benda ini ternyata sudah banyak digunakan kurang lebih sejak abad 4 SM untuk penggunaan dalam kelautan dan astronomi.
Walau Teleskop telah ada sejak ratusan tahun sebelum masehi, namun tidak ada catatan dalam sejarah yang menjelaskan mengenai siapa penemu benda tersebut pertama kali.
Pada tahun 1608, Hans Lippershey yang mencoba mendapatkan hak paten atas teleskop yang dibuatnya.
Namun begitu, usaha Luppershey ini gagal karena mendapatkan penolakan dari tim penilai hak paten.
Baca Juga: Mengenal Magnetosfer, Sang Pelindung Bumi Dari Sengatan Matahari
Sebab, menurut mereka, sebelum Lippershey mendaftarkan hak paten tersebut, sudah banyak dijumpai teleskop yang ada sebelumnya.
Sehingga menurut mereka, teleskop tersebut bukanlah hak paten milik dari Lippershey.
Namun setahun berikutnya tepatnya pada tahun 1609, Galileo pernah menciptakan sebuah teleskop yang kemudian disebut dengan teropong panggung.