JPO Lama Pernah Menjadi Akses ke Halte Transjakarta
Sebelum adanya integrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek, JPO lama milik Pemprov DKI memiliki fungsi yang lebih luas.
Jembatan tersebut pernah digunakan masyarakat sebagai akses langsung menuju Halte Transjakarta.
Kondisi tersebut berubah setelah Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek.
Perubahan lokasi halte membuat pola akses penumpang transportasi umum ikut berubah.
Pengguna kini diarahkan menggunakan JPO integrasi yang dibangun dalam rangka menghubungkan berbagai moda transportasi.
Akibat perubahan tersebut, JPO lama akhirnya memiliki fungsi yang tumpang tindih dengan fasilitas yang lebih baru.
Pembongkaran JPO Ditujukan untuk Merapikan Akses Transportasi
Rencana pembongkaran JPO lama menjadi bagian dari upaya menata kembali fasilitas penyeberangan di kawasan Kuningan.
Dua JPO yang sebelumnya berdiri berdekatan dinilai tidak lagi diperlukan secara bersamaan karena memiliki fungsi yang sama.
Pemprov DKI memilih mempertahankan fasilitas yang terintegrasi dengan sistem transportasi umum terbaru.
JPO yang dipertahankan juga akan mendapatkan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan akses masyarakat.
Dengan pembongkaran JPO lama, pola pergerakan pejalan kaki di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih jelas.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri keberadaan JPO yang selama ini viral dengan julukan “love-hate relationship”.***