Keberadaan JPO juga berkaitan dengan akses masyarakat menuju fasilitas transportasi umum di kawasan tersebut.
Salah satunya berhubungan dengan akses menuju layanan LRT Jabodebek.
Meskipun memiliki fungsi yang hampir sama, kedua JPO tersebut ternyata berasal dari pembangunan pada periode yang berbeda.
Perbedaan usia, desain, dan pengelola menjadi alasan mengapa bentuk serta koneksi kedua jembatan tidak sama.
JPO Lama Dibangun Pemprov DKI sejak Era 1980-an atau 1990-an Awal
JPO yang akan dibongkar merupakan fasilitas lama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pramono menyebut desain JPO tersebut menunjukkan karakter bangunan yang dibuat pada masa beberapa dekade lalu.
Fasilitas tersebut telah berdiri sejak era pembangunan lama Pemprov DKI Jakarta.
“Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal,” ungkapnya.
Sementara itu, JPO lain yang berada tidak jauh dari lokasi merupakan fasilitas yang lebih baru.
“Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru,” terang Pramono.
Pramono Singgung Persoalan Koordinasi Pemimpin Terdahulu
Pramono menilai keberadaan dua JPO dengan fungsi yang hampir sama menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik sebelumnya.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun pada periode berbeda tidak dikomunikasikan secara optimal sehingga akhirnya berdiri berdekatan.
“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan,” bebernya.
Pramono kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan persoalan koordinasi antarpihak pada masa lalu.