nasional

JPO “Love-Hate Relationship” Kuningan Bakal Dibongkar, Pramono Anung Pilih Pertahankan JPO LRT-KAI

Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:06 WIB
JPO “Love-Hate Relationship” Kuningan Bakal Dibongkar, Pramono Anung Pilih Pertahankan JPO LRT-KAI (Menyoroti viralnya keluhan warga Jakarta Selatan ihwal JPO di Rasuna Said yang disindir punya konsep love-hate relationship. (Instagram.com/@jakartaview.id))

Keberadaan JPO juga berkaitan dengan akses masyarakat menuju fasilitas transportasi umum di kawasan tersebut.

Salah satunya berhubungan dengan akses menuju layanan LRT Jabodebek.

Meskipun memiliki fungsi yang hampir sama, kedua JPO tersebut ternyata berasal dari pembangunan pada periode yang berbeda.

Perbedaan usia, desain, dan pengelola menjadi alasan mengapa bentuk serta koneksi kedua jembatan tidak sama.

JPO Lama Dibangun Pemprov DKI sejak Era 1980-an atau 1990-an Awal

JPO yang akan dibongkar merupakan fasilitas lama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Chat Winda Lorenza Gowasa Sebelum Meninggal Viral, Ungkap Kondisi Rumah, Rencana Jual Rumah dan Buka Usaha

Pramono menyebut desain JPO tersebut menunjukkan karakter bangunan yang dibuat pada masa beberapa dekade lalu.

Fasilitas tersebut telah berdiri sejak era pembangunan lama Pemprov DKI Jakarta.

“Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal,” ungkapnya.

Sementara itu, JPO lain yang berada tidak jauh dari lokasi merupakan fasilitas yang lebih baru.

“Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru,” terang Pramono.

Pramono Singgung Persoalan Koordinasi Pemimpin Terdahulu

Pramono menilai keberadaan dua JPO dengan fungsi yang hampir sama menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik sebelumnya.

Menurutnya, fasilitas yang dibangun pada periode berbeda tidak dikomunikasikan secara optimal sehingga akhirnya berdiri berdekatan.

“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan,” bebernya.

Pramono kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan persoalan koordinasi antarpihak pada masa lalu.

Halaman:

Tags

Terkini