KLIK SAJA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat pengembangan teknologi strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.
Sejumlah bidang prioritas yang menjadi fokus meliputi semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), genomik, teknologi kuantum, nuklir, hingga antariksa.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut riset dan inovasi menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global pada beberapa dekade mendatang.
Berikut fokus pengembangan teknologi yang tengah diprioritaskan BRIN.
BRIN Nilai Riset dan Inovasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
BRIN menilai penguatan riset dan inovasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing nasional.
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa berbagai negara dengan kapasitas inovasi tinggi umumnya memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar.
Menurutnya, hal tersebut terlihat dari hubungan antara Global Innovation Index (GII) dan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8).
Karena itu, BRIN memetakan sejumlah bidang teknologi yang akan menjadi prioritas pengembangan dalam jangka panjang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.
Semikonduktor dan AI Jadi Prioritas Pengembangan
Salah satu fokus utama BRIN adalah pengembangan teknologi semikonduktor untuk mengurangi ketergantungan terhadap chip dari luar negeri.
Selain itu, kecerdasan artifisial atau AI juga menjadi prioritas karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas nasional di berbagai sektor.