Dalam keterangannya, Dinsos menyampaikan, “Langsung turun tangan untuk melakukan penjangkauan, asesmen mendalam, dan pendampingan psikososial bagi anak korban bullying,” tulis pihak Dinsos dalam keterangannya, diunggah pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Dinsos juga menegaskan, “Fokus utama kami buka sekadar merespons viralnya informasi, melainkan menjaga kesehatan mental, memulihkan trauma, dan melindungi masa depan anak,” imbuhnya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan korban secara menyeluruh.
Video Pertama Perlihatkan Dugaan Kekerasan terhadap Korban
Video pertama yang beredar memiliki durasi sekitar satu menit tiga puluh detik.
Dalam rekaman itu terlihat seorang remaja perempuan diduga mengalami tindakan kekerasan berupa jambakan dan tamparan dari beberapa remaja lainnya.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infocilacap24jam dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman terdengar salah satu terduga pelaku mengatakan, “Kalau tau punya salah ya diam, nangis terus. Ya lebih sakit orang yang dirusak hubungannya sama difitnah,” ujar terduga pelaku kepada korban, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Korban terlihat menangis dan mengikuti arahan pelaku, meski sempat terdengar mengeluhkan rasa sakit setelah ditampar.
Video itu menjadi salah satu rekaman yang kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Video Kedua Terjadi di Pinggir Lapangan
Selain video pertama, beredar pula rekaman lain berdurasi sekitar 51 detik yang diduga memperlihatkan peristiwa berbeda.
Dalam video tersebut, dugaan perundungan terjadi di pinggir sebuah lapangan dengan pelaku dan korban yang sama.
Rekaman itu juga diunggah oleh akun Instagram @infocilacap24jam.
Pada unggahan tersebut tertulis, “Mohon tindakan tegas buat perangkat desa setempat dan sekolah terkait video yang beredar di Jalan Keramik Karangtalun, Cilacap,” tulis keterangan dalam unggahan akun @infocilacap24jam.
Berdasarkan isi video, pelaku tampak marah kepada korban karena merasa telah dibicarakan di belakang.