Hingga kini, penyidik belum mengungkap lebih rinci mengenai kronologi maupun motif yang melatarbelakangi dugaan tindak pidana tersebut.
Aparat kepolisian masih fokus mengumpulkan informasi dan mendalami keterangan dari pihak yang telah diamankan.
Mengenai proses tersebut, Dimitri menyampaikan, "Masih kami lakukan pemeriksaan," jelasnya.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara ini.
Penemuan Jasad dalam Karung Gegerkan Warga Pancoran Mas
Kasus ini bermula dari penemuan jasad di sebuah lahan kosong di kawasan Pancoran Mas, Depok, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga: Apa Bedanya Kereta Ekonomi New Generation dengan Kereta Ekonomi Lama? Simak Penjelasan Lengkapnya
Penemuan tersebut membuat warga sekitar terkejut karena korban ditemukan di dalam karung.
Berdasarkan informasi yang beredar, kondisi jasad ditemukan dengan sebagian tubuh tidak utuh sehingga memunculkan dugaan sebagai korban mutilasi.
Aparat kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban.
Penemuan tersebut menjadi perhatian luas di media sosial maupun masyarakat sekitar.
Sejak saat itu, polisi bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Jenazah Korban Dibawa ke RS Polri untuk Proses Autopsi
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Proses autopsi dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap kronologi kejadian secara lebih lengkap.
Selain itu, autopsi juga menjadi langkah penting dalam proses pembuktian perkara.