Dugaan intimidasi terhadap satpam pun mulai ramai dibahas di media sosial.
"Ditegurlah dengan security dengan cara digeplak mobilnya. Pemilik mobil tak terima, mereka turun dari mobil bawa security masuk ke dalam pos (polisi)," sambung unggahan tersebut.
Muncul dugaan satpam dipaksa bersujud meminta maaf
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa pengemudi sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat untuk mengintimidasi petugas keamanan.
Selain itu, beredar informasi bahwa satpam tersebut diminta bersujud sebagai bentuk permintaan maaf.
Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.
Dalam video klarifikasi yang beredar, Victor Harefa selaku satpam memberikan penjelasan mengenai tindakannya saat kejadian berlangsung.
"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," kata Victor dalam video klarifikasinya.
Ia juga mengatakan, "Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas."
Polisi masih mendalami seluruh keterangan yang beredar
Kepolisian belum mengambil kesimpulan atas berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan apakah benar terjadi pemaksaan terhadap satpam.
Proses klarifikasi dilakukan agar seluruh fakta dapat diperoleh secara utuh.
Polisi juga berencana kembali memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Langkah ini dilakukan agar penyelidikan berjalan secara objektif.
"Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.