nasional

Video CCTV Bundaran HI Viral, Pengemudi Alphard Diduga Intimidasi Satpam hingga Bersujud Minta Maaf

Sabtu, 25 Juli 2026 | 02:11 WIB
Video CCTV Bundaran HI Viral, Pengemudi Alphard Diduga Intimidasi Satpam hingga Bersujud Minta Maaf (Menyoroti kronologi viralnya video dugaan satpam dipaksa bersujud usai tegur sopir Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@undercover.id))

Dugaan intimidasi terhadap satpam pun mulai ramai dibahas di media sosial.

"Ditegurlah dengan security dengan cara digeplak mobilnya. Pemilik mobil tak terima, mereka turun dari mobil bawa security masuk ke dalam pos (polisi)," sambung unggahan tersebut.

Muncul dugaan satpam dipaksa bersujud meminta maaf

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa pengemudi sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat untuk mengintimidasi petugas keamanan.

Selain itu, beredar informasi bahwa satpam tersebut diminta bersujud sebagai bentuk permintaan maaf.

Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Dalam video klarifikasi yang beredar, Victor Harefa selaku satpam memberikan penjelasan mengenai tindakannya saat kejadian berlangsung.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," kata Victor dalam video klarifikasinya.

Ia juga mengatakan, "Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas."

Polisi masih mendalami seluruh keterangan yang beredar

Kepolisian belum mengambil kesimpulan atas berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: TERUPDATE! Jadwal KA Papandayan Rute Gambir - Jatinegara - Bekasi - Karawang - Garut Periode 21–31 Juli 2026 Lengkap dengan Jam Berangkat

Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan apakah benar terjadi pemaksaan terhadap satpam.

Proses klarifikasi dilakukan agar seluruh fakta dapat diperoleh secara utuh.

Polisi juga berencana kembali memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Langkah ini dilakukan agar penyelidikan berjalan secara objektif.

"Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Halaman:

Tags

Terkini