Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya sumbatan pada arteri jantung.
"Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi," tulis Nanik.
Ia kemudian menambahkan, "Juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa."
Mengaku Tertekan karena Mengelola Anggaran Besar
Nanik mengatakan tekanan terbesar selama menjabat berasal dari tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
Ia mengaku selalu berhati-hati agar setiap keputusan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bahkan, menurut pengakuannya, ia tidak pernah menandatangani dokumen penting seorang diri. Semua dokumen selalu diperiksa bersama para wakil kepala sebelum diberi persetujuan.
"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf," ujar Nanik.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya beban tanggung jawab yang ia rasakan selama memimpin BGN.
Memilih Mundur demi Fokus Memulihkan Kesehatan
Kondisi kesehatan yang terus menurun akhirnya membuat Nanik memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
Ia mengaku sering merasa cemas ketika menghadapi berbagai berkas pekerjaan hingga mengalami reaksi panas dingin.
Karena itu, ia memilih memprioritaskan pemulihan kesehatan dibanding tetap menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.
Keputusan tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sudah pamit kepada presiden, jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau konsen untuk kesehatan saya," ungkap Nanik.
Langkah tersebut diambil agar dirinya dapat menjalani proses pemulihan secara maksimal.