nasional

Promedia Group Gelar Bootcamp Next-Gen Journalist 2026, Bahas SEO, GEO, Algoritma AI, dan Etika Konten Digital untuk Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 | 09:21 WIB
Promedia Group Gelar Bootcamp Next-Gen Journalist 2026, Bahas SEO, GEO, Algoritma AI, dan Etika Konten Digital untuk Jurnalis (Bootcamp Promedia Group Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern hari pertama. (Dok. Promedia))

Materi tersebut disampaikan oleh Media Adviser Promedia Group, Andika Thaselia, yang membahas pentingnya optimasi konten di berbagai platform.

Menurut Andika, SEO tidak lagi hanya berkaitan dengan mesin pencari pada website, tetapi juga sudah berkembang ke ranah media sosial.

“SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari. SEO ini sekarang nggak hanya di website, tapi sekarang juga melingkupi media sosial,” ucap Andika sesi bootcamp pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan keyword menjadi salah satu bagian penting agar sebuah konten dapat ditemukan oleh audiens yang tepat.

“Supaya konten itu bisa ketemu, penting adanya keyword yang mengelompokkan konten dalam topik tertentu. Jadi, memudahkan user untuk menemukan isu yang sesuai,” jelasnya.

GEO Membantu Konten Masuk Rekomendasi AI

Selain SEO, Andika juga menjelaskan pentingnya memahami Generative Engine Optimization (GEO) di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga: Simak dan Catat Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 106 Periode 20 Juli – 1 Agustus 2026 Rute Sorong – Ambon – Banda – Geser – Gorom - Tual – Amahai

Menurutnya, GEO dapat membantu sebuah konten memiliki peluang lebih besar untuk muncul dalam hasil pencarian berbasis AI.

“Nah, kita masuk ke ranah AI. Ini gimana caranya konten kita ini masuk ke rekomendasinya AI, jadi, membuat kita harus lebih effort agar AI memilih konten kita,” kata Andika.

Ia menyebut penerapan GEO masih terus berkembang karena penggunaan AI dalam pencarian informasi masih tergolong baru.

“GEO ini masih perlu disempurnakan juga karena penggunaannya AI ini baru beberapa waktu belakang. Oleh karena itu, daripada ‘memusuhi’ AI, akan lebih baik bagaimana kita mendekati dan merangkul AI untuk konten kita,” paparnya.

Dengan memahami GEO, kreator dan jurnalis dapat mempersiapkan konten agar lebih mudah dikenali serta direkomendasikan oleh sistem AI.

Konten Berkualitas Harus Valid dan Menjawab Kebutuhan Pengguna

Andika menjelaskan bahwa konten yang sering menjadi rujukan AI biasanya memiliki karakteristik informasi yang lengkap, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan pengguna.

Menurutnya, kualitas konten menjadi faktor penting agar sebuah informasi dapat dipercaya dan memiliki nilai jangka panjang.

Konten yang baik bukan hanya mengejar popularitas, tetapi juga harus memberikan jawaban yang jelas bagi pembaca.

Halaman:

Tags

Terkini