Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.
"Hotman Paris bilang bayarannya super mahal, gak harap bayaran dari eks Jampidsus Febrie Adriansyah," kata Frank dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, @frankalexand3r, pada Senin, 20 Juli 2026.
"Tapi tetap ambil kasus yang ada 74 kg emas batangan sebagai barang bukti. Semahal-mahal fee-nya pengacara, emang ada pengacara yang denger segitu banyak emas, matanya enggak ijo?''', tambahnya.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Pamose Asal Desa Topoyo, Atraksi Debus Khas Mamuju
Unggahan itu pun menjadi perhatian luas di media sosial. Banyak warganet kemudian ikut mengomentari hubungan ayah dan anak tersebut.
Program Bantuan Hukum Hanya Pencitraan
Tidak berhenti pada persoalan honorarium, Frank juga mengkritik program bantuan hukum gratis yang selama ini identik dengan nama Hotman Paris.
Menurutnya, program tersebut lebih banyak dimanfaatkan sebagai sarana membangun citra di hadapan publik.
Ia menilai kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu tidak dilakukan secara tulus.
"Orang miskin itu cuman dijadikan senjata marketing saja. Dia tidak pernah peduli, dia hanya ingin disorot," ujar Frank.
Ia kemudian menambahkan singkat, "Kebanyakan pencitraan."
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan di media sosial.
Akui Sudah Setahun Tak Berkomunikasi dengan Hotman Paris
Setelah kritiknya viral, Frank mendapat pertanyaan dari warganet mengenai alasan memilih menyampaikan pendapat melalui media sosial.
Seorang pengguna Instagram mempertanyakan mengapa persoalan itu tidak dibicarakan langsung dengan ayahnya.
"Kenapa tidak bilang langsung ke ayahnya kenapa harus di viralkan?" kata netizen dalam unggahan Instagram milik Frank, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menjawab pertanyaan tersebut, Frank mengungkapkan, "Sudah 1 tahun nggak omongan."