KLIK SAJA - Diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu topik yang mencuri perhatian dalam forum publik bertajuk Dua Sisi yang mempertemukan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra saling menyampaikan pandangan mengenai efektivitas hingga penggunaan anggaran program tersebut.
Perbincangan berlangsung dalam suasana terbuka dengan berbagai argumentasi yang saling ditanggapi.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah keterkaitan anggaran MBG dengan sektor pendidikan.
BEM UI Menilai Anggaran MBG Lebih Tepat untuk Pendidikan
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, membuka pembahasan dengan menyoroti anggaran yang digunakan untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut masih berkaitan dengan sektor pendidikan sehingga perlu diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan secara langsung.
Ia menilai masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan pendanaan lebih besar.
Dalam forum tersebut, Fathimah menyampaikan pandangannya mengenai prioritas penggunaan anggaran negara.
Ia mengatakan, "Bagi kami sama karena masih menggunakan sama-sama anggaran pendidikan."
Fathimah kemudian menambahkan, "Jadi, ini semua sebetulnya masih terkait dengan pendidikan karena anggarannya dari sama-sama pendidikan."
Muhammad Qodari Menjelaskan Hubungan MBG dengan Proses Belajar
Menanggapi pandangan tersebut, Muhammad Qodari menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi siswa menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Qodari menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 56 persen siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar.