KLIK SAJA - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menjadi perhatian masyarakat, termasuk setelah beredarnya berbagai unggahan di media sosial mengenai kondisi bangunannya.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari pun memberikan penjelasan agar masyarakat memahami proses pembangunan dan pengoperasian program tersebut secara utuh.
Selain menjelaskan tahapan pelaksanaan, Qodari juga memaparkan manfaat ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui keberadaan Kopdes Merah Putih.
Bangunan Kopdes Merah Putih Belum Beroperasi, Bukan Swalayan yang Tutup
Muhammad Qodari menegaskan bahwa narasi yang menyebut bangunan Kopdes Merah Putih seperti swalayan yang tutup tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Menurutnya, bangunan tersebut memang belum memasuki tahap operasional sehingga wajar apabila belum dipenuhi aktivitas.
Ia meminta masyarakat memahami bahwa pelaksanaan program pemerintah berlangsung secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Qodari juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan tampilan bangunan di media sosial.
“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan, seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen,” ucap Qodari saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026 lalu.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa proses implementasi program masih terus berjalan.
Pembangunan Kopdes Merah Putih Memiliki Tahapan yang Jelas
Qodari menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Padang, di mana Kopdes Merah Putih telah dimanfaatkan sebagai tempat menampung produksi madu milik masyarakat.
Hasil produksi tersebut kemudian menjadi sumber pendapatan bagi warga sehingga manfaat koperasi mulai dirasakan secara langsung.