Mengapa Bangunan Kopdes Merah Putih Terlihat Kosong? Ini Penjelasan Lengkap Muhammad Qodari Beserta Data Penghematannya

photo author
- Senin, 6 Juli 2026 | 04:06 WIB
Mengapa Bangunan Kopdes Merah Putih Terlihat Kosong? Ini Penjelasan Lengkap Muhammad Qodari Beserta Data Penghematannya (Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih. (YouTube/Bakom RI))
Mengapa Bangunan Kopdes Merah Putih Terlihat Kosong? Ini Penjelasan Lengkap Muhammad Qodari Beserta Data Penghematannya (Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih. (YouTube/Bakom RI))

Untuk koperasi permanen yang memiliki bangunan sendiri, Qodari menyebut saat ini baru 1.061 koperasi yang telah diresmikan.

Ia menjelaskan bahwa target menuju sekitar 40.000 koperasi pada 2026 masih terus berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa setiap koperasi memiliki proses persiapan sebelum resmi melayani masyarakat.

Baca Juga: Kabar Malut dan Sulawesi! Cek Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 76 Periode 7 – 26 Juli 2026 Rute Gorontalo – Luwuk – Bobong – Ternate – Tikong

Kopdes Merah Putih Diklaim Mampu Menghemat Pengeluaran Masyarakat

Qodari menyebut salah satu manfaat utama Kopdes Merah Putih adalah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia mencontohkan harga LPG 3 kilogram dan MinyaKita yang disebut lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan data Kemendukbangga tahun 2025, potensi penghematan dari pembelian LPG diperkirakan mencapai sekitar Rp14,2 triliun per tahun, sedangkan penghematan minyak goreng mencapai sekitar Rp18,82 triliun per tahun.

“Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun. Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon,” terang Kepala Bakom tersebut.

Data tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah terhadap dampak ekonomi program ini.

Baca Juga: Kabar Papua Barat! Cek Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 64 Periode 7 – 21 Juli 2026 Rute Biak – Korido – Mios Bepondi – Yenggarbun – Manokwari – Nabire

Ditargetkan Menyerap Lebih dari 1,4 Juta Tenaga Kerja

Selain memberikan manfaat ekonomi melalui harga kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X