Namun beberapa jam kemudian sesak napas kembali muncul hingga ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan intensif di ICU.
“Kondisi pasien terus memburuk dan pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB dinyatakan meninggal dunia,” ucap Ketut.
“Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia atau infeksi paru-paru yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis,” paparnya.
Riwayat penyakit tersebut menjadi bagian dari penilaian medis terhadap kondisi korban.
Baca Juga: YTR Korban Penganiayaan di Bandung Jalani Pemulihan Intensif, RSHS Bentuk Tim Dokter Lintas Disiplin
5. Nola Dya Sari Sempat Mengeluh Sesak Napas sebelum Mengalami Henti Jantung
Korban kelima adalah Nola Dya Sari dari Satdik Dodik Bela Negara Kalimantan.
Pada hari yang sama, Nola sempat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa keluhan sebelum akhirnya mengalami sesak napas dan badan terasa panas pada sore hari.
Tim kesehatan segera merujuk korban ke IGD Rumah Sakit Singkawang, kemudian dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk penanganan lanjutan.
“Dalam proses penanganan, terjadi henti jantung. Sehingga, dilakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi. Meski upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan,” terang Ketut.
Nola dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB setelah seluruh upaya penyelamatan dilakukan oleh tim medis.
Kasus meninggalnya lima peserta SPPI ini kini menjadi perhatian publik setelah penjelasan resmi disampaikan oleh Kemhan.***