“Lucunya, anak-anak di sekolah yang suka main judol dan minum alkohol dibiarin sama BK,” imbuhnya.
Ia juga mengaku sempat ingin pindah sekolah tetapi tetap bertahan hingga lulus.
SMAN 2 Bantul Berikan Pernyataan dan Siap Investigasi
Setelah dugaan bullying tersebut viral, pihak SMAN 2 Bantul memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Baca Juga: Pemeriksaan Bus Diperketat Jelang Libur Sekolah, Kemenhub Pastikan Armada Layak Membawa Penumpang
Sekolah menyampaikan permintaan maaf kepada penyintas, keluarga, dan masyarakat atas situasi yang terjadi.
Pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi serta investigasi terkait isu tersebut.
“SMAN 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka, kooperatif, jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi,” tulis pihak sekolah.
“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Sekolah juga menyatakan terbuka terhadap kritik, masukan, maupun informasi lanjutan terkait isu tersebut.***