“Saya lulusan SMAN 2 Bantul dan kalian tau apa yang saya dapatkan setelah lulus? Ya, betul, sesuai foto rekam medis saya. Saya divonis terkena mental illness setelah lulus,” tulisnya.
Ia mengaku kondisi tersebut berkaitan dengan pengalaman yang dialaminya saat bersekolah.
Pemilik akun juga menyebut mengalami bipolar, major depressive disorder (MDD), dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Mengaku Difitnah oleh Oknum Guru dan Dijadikan Kambing Hitam
Pemilik utas menceritakan bahwa dugaan masalah tersebut terjadi ketika dirinya berada di tahun kedua sekolah.
Ia mengaku difitnah melakukan suatu tindakan oleh wali kelas dan guru BK.
“Kenapa bisa terjadi? Pada tahun kedua saya bersekolah di sana, saya difitnah sama guru sendiri.
Saya difitnah melakukan kejahatan oleh wali kelas dan BK saya sendiri, padahal sata yang membongkar kejahatan itu,” ungkapnya.
“Lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru itu. Padahal saya pahlawannya,” lanjutnya.
Ia menyebut kejadian itu menjadi pengalaman traumatis yang membekas.
Baca Juga: Teknologi Penerbangan Makin Canggih, Penumpang Bisa Streaming Piala Dunia 2026 Saat Perjalanan Udara
Mengaku Dijauhi Teman Sekolah Setelah Isu Menyebar
Selain dugaan perlakuan dari pihak sekolah, pemilik akun juga mengaku mengalami dampak sosial dari kejadian tersebut.
Ia menyebut dirinya dijauhi teman-teman setelah muncul informasi yang dianggap merugikannya.
“Hasilnya saya dijauhi teman saya karena orang tua mereka mengira saya anak yang tidak baik-baik, padahal saya tidak pernah sekali pun merokok, minum, dan sebagainya,” ujarnya.