nasional

Gubernur Jabar Turun Tangan soal SPMB 2026, LBI Soroti Kesalahan Sistem dan Tanggung Jawab Disdik

Jumat, 12 Juni 2026 | 10:46 WIB
Gubernur Jabar Turun Tangan soal SPMB 2026, LBI Soroti Kesalahan Sistem dan Tanggung Jawab Disdik (Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI) meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencopot jabatan Kadisdik Jawa Barat buntut polemik SPMB 2026.)

Polemik SPMB 2026 berujung pada aksi protes yang dilakukan di Kantor Disdik Jabar.

Aksi tersebut berlangsung pada 9 Juni 2026 dengan membawa sejumlah tuntutan dari masyarakat.

Massa menyampaikan keberatan terkait sistem penerimaan murid baru yang dinilai belum berjalan maksimal.

Mereka menilai persoalan teknis membuat orang tua siswa kebingungan.

Situasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Pemerintah daerah kemudian melakukan peninjauan terhadap permasalahan yang terjadi.

Baca Juga: TNI AD Mulai Penataan Kawasan Eks Zikon 15 Lenteng Agung, Ratusan KK Masuk Proses Bertahap

LBI Soroti Respons Disdik Jabar terhadap Keluhan Warga

Wasekjen Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI), Eri Kurnia Febri Fahrozi, S.E menyampaikan pandangannya terkait polemik tersebut.

Ia menyebut sebagian orang tua siswa mengeluhkan ketidakjelasan sikap Disdik Jabar dalam menangani persoalan SPMB.

"Banyak orang tua murid hadir ke Disdik Jabar untuk konfirmasi hal tersebut akan tetapi di sana mereka malah menerima sikap yang tidak jelas dari pihak Disdik," kata Eri dalam keterangannya, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius.

Ia juga menilai pimpinan dinas harus bertanggung jawab terhadap sistem yang digunakan.

Gubernur Jabar Disebut Turun Tangan Tinjau Masalah Sistem

Eri mengatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyani ikut turun tangan untuk melihat langsung persoalan SPMB 2026.

Halaman:

Tags

Terkini