Hadirkan Program Cultural Residency hingga Gastro Diplomacy
Struktur program Indonesia Culture Festival disusun melalui berbagai bentuk aktivasi budaya dan ekonomi kreatif.
Beberapa di antaranya meliputi cultural residency, placemaking, leaders talk, business matching, gastro diplomacy, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis potensi lokal.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi lebih luas antar pelaku budaya, pelaku UMKM, pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas kreatif di berbagai wilayah Indonesia.
ICCN juga membuka peluang bagi kota dan kabupaten di Indonesia untuk terhubung dalam jejaring kolaborasi nasional melalui pemetaan potensi daerah, pengajuan program kolaboratif, proses kurasi, sinkronisasi program, hingga implementasi bersama.
Boon Pring Dipilih Jadi Lokasi Peluncuran ICF
Sebagai titik awal pelaksanaan, kawasan Boon Pring Andeman dipilih menjadi lokasi peluncuran Indonesia Culture Festival.
Kawasan tersebut dinilai merepresentasikan model pengembangan living museum berbasis komunitas sekaligus konservasi lingkungan.
Sebelumnya, kawasan tersebut telah diperkenalkan sebagai “Bamboo Living Museum” dalam agenda ICCF Nusantaraya 2025 dan kini terus dikembangkan sebagai model pengelolaan kawasan budaya berbasis masyarakat.
Direktur Aktivasi Kebudayaan & Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, mengatakan bahwa Boon Pring memiliki kekuatan ekologis dan budaya yang relevan dengan visi ICF.
“Boon Pring memperlihatkan bagaimana budaya, konservasi lingkungan, dan ekonomi lokal dapat tumbuh dalam satu ekosistem kawasan yang saling terhubung. Tradisi seperti Metri Bambu menjadi contoh penting bahwa budaya lokal dapat menjadi fondasi pembangunan kawasan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dorong Pariwisata dan Budaya Indonesia Lebih Kompetitif
Melalui pendekatan berbasis jejaring dan partisipatif lintas sektor hexa helix, ICCN berharap Indonesia Culture Festival dapat menjadi fondasi baru dalam pemajuan kebudayaan, kepariwisataan, dan ekonomi kreatif Indonesia yang lebih inklusif, partisipatif, serta berdaya saing global.
Selain memperkuat identitas daerah, platform ini juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat melalui pengembangan kawasan budaya dan pariwisata berbasis komunitas.***