Menurut keterangan petugas dan guru pendamping, kecelakaan bermula saat truk boks berpindah jalur secara tiba-tiba.
Saat itu bus berada di lajur dua, sementara truk boks melaju di lajur satu.
“Tiba-tiba mobil boks dari jalur satu masuk ke jalur dua,” ujar guru pendamping bernama Paizin.
Sopir bus disebut sempat mencoba menghindar dengan membanting setir.
Namun jarak kendaraan yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Setelah benturan pertama, truk boks kemudian menabrak truk tangki yang berada di jalur lain.
Baca Juga: PT KAI Ungkap Progres Pembangunan Peron 6–8 Stasiun Bogor untuk Dukung Operasional KRL SF12
Kernet Bus Meninggal Dunia dalam Perjalanan ke Rumah Sakit
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut diketahui bernama Daniel, warga Semarang, yang bekerja sebagai kernet bus.
Daniel berada di bagian depan kiri bus yang mengalami benturan paling keras saat kecelakaan terjadi.
Akibat benturan itu, bagian depan kiri bus mengalami kerusakan cukup parah hingga membuat korban terjepit.
Korban sempat dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Selain korban meninggal, sejumlah siswa dan guru mengalami luka ringan akibat benturan di dalam bus.
Sebanyak 10 Penumpang Mengalami Luka Ringan