nasional

Mengenal Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya yang Viral Tertidur Lelah di Depan Rumah Warga

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Cuplikan Gambar Gubernur Elisa Kambu yang tampak tertidur lelah di depan rumah warga saat kunjungan dinas (tik tok)

Pengalaman itulah yang membentuk gaya kepemimpinannya yang sederhana dan membumi.

Pada tahun 2010, Elisa dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat. Jabatan tersebut semakin memperlihatkan kapasitasnya sebagai birokrat yang bekerja tenang namun efektif.

Enam tahun kemudian, masyarakat memberikan kepercayaan lebih besar dengan memilihnya sebagai Bupati Asmat untuk periode 2016–2021. Kepemimpinannya kembali mendapat dukungan hingga ia terpilih untuk periode kedua 2021–2025.

Di mata masyarakat, Elisa Kambu bukan tipe pemimpin yang gemar tampil mewah atau membangun citra berlebihan. Ia dikenal sederhana, ramah, dan dekat dengan rakyat kecil.

Dalam berbagai kesempatan, Elisa lebih sering terlihat berbaur dengan masyarakat dibanding menampilkan gaya hidup elite. Kesederhanaannya menjadi alasan mengapa banyak warga merasa dekat dan nyaman dengannya.

Baca Juga: Mengenal Josepha Alexandra, Peserta Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalbar yang Viral Berani Kritik Juri

Bagi Elisa, kepemimpinan bukan soal kemewahan atau popularitas, melainkan tentang tanggung jawab dan kerja nyata. Ia lebih memilih bekerja dalam diam daripada banyak berbicara di depan publik.

Sikap itulah yang membuatnya dihormati, terutama oleh masyarakat akar rumput yang melihat ketulusan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Puncak perjalanan panjang itu tiba ketika Elisa Kambu dipercaya menjadi Gubernur Papua Barat Daya periode 2025–2030.

Sebagai pemimpin provinsi baru, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan. Namun pengalaman panjang di birokrasi dan kedekatannya dengan masyarakat menjadi modal penting dalam memimpin Papua Barat Daya menuju masa depan yang lebih baik.

Kisah Elisa Kambu adalah gambaran bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu lahir dari sorotan besar. Kadang, ia tumbuh perlahan dari kampung kecil, dari pengabdian yang panjang, dan dari kesediaan untuk tetap sederhana di tengah kekuasaan.

Dari Tolak Ayamaru, Elisa Kambu membuktikan bahwa kerja tulus dan kedekatan dengan rakyat tetap menjadi fondasi paling kuat bagi seorang pemimpin.***

Halaman:

Tags

Terkini