KLIK SAJA – Beberapa waktu lalu, sempat viral di sosial media yaitu video Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang tampak tertidur lelah di depan rumah warga saat sela kunjungan dinas.
Banyak netizen yang tampak terkesan dengan kesederhanaan sang Gubernur, dimana beliau tampak kelelahan dan memilih beristirahat pada tempat yang biasa saja.
Elisa Kambu sendiri dikenal sosok tokoh Papua yang sederhana dan merakyat, karena ia merintis karirnya benar-benar dari bawah, lalu bagaimana kisah perjalanannya hingga menjadi orang nomor satu di Provinsi Papua Barat Daya?
Di ujung timur Indonesia, dari sebuah kampung kecil bernama Tolak Ayamaru, lahirlah seorang anak yang kelak dipercaya memimpin provinsi termuda di Tanah Papua. Namanya Elisa Kambu.
Perjalanannya bukan kisah tentang gemerlap kekuasaan atau ambisi politik yang meledak-ledak, melainkan tentang ketekunan, pengabdian, dan langkah sunyi seorang birokrat yang tumbuh dari bawah.
Elisa Kambu dikenal sebagai sosok yang tenang, fokus bekerja, dan tidak banyak bicara. Karakternya dibentuk oleh pengalaman panjang bertugas di wilayah-wilayah terpencil Papua, tempat pelayanan kepada masyarakat sering kali harus dilakukan di tengah keterbatasan.
Dari pengalaman itulah lahir seorang pemimpin yang memahami denyut kehidupan rakyat kecil, bukan hanya dari laporan di meja kerja, tetapi dari kehidupan yang ia lihat dan jalani sendiri.
Lahir pada 12 Maret 1964, Elisa Kambu mengawali pendidikan dasarnya di SD YPK Arus Ayamaru dan lulus pada tahun 1981.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Ayamaru hingga tamat pada 1984. Semangatnya untuk terus belajar membawanya ke Kota Sorong, tempat ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 413 Sorong pada tahun 1987.
Perjalanan pendidikan Elisa tidak berhenti di sana. Ia melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, Jurusan Administrasi Negara, dan berhasil meraih gelar Sarjana Sosial pada tahun 1994.
Pendidikan tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan panjangnya di dunia birokrasi pemerintahan.
Karier Elisa Kambu dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi tenaga pendamping program dari Bappenas sebelum kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan daerah.
Langkah demi langkah ia jalani dengan konsisten, mulai dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke, Kepala Distrik Fayit, hingga Kepala Distrik Agats selama enam tahun.
Bertugas di distrik-distrik terpencil bukan pekerjaan mudah. Namun justru di sanalah Elisa ditempa. Ia memahami bagaimana masyarakat hidup, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana pemerintah seharusnya hadir di tengah rakyat.