Lari Balok Bikin Peserta dan Penonton Terhibur
Permainan lari balok turut memeriahkan Festival Dolanan
Anak yang digelar di Semarang.
Dalam permainan ini, peserta harus berjalan menggunakan balok kayu sambil menjaga keseimbangan tubuhnya.
Banyak siswa terlihat kesulitan di awal, tetapi justru membuat suasana semakin seru dan penuh tawa.
Penonton yang menyaksikan di pinggir lapangan terus memberi semangat kepada peserta yang sedang berlomba.
Permainan tradisional ini dinilai mampu melatih fokus dan koordinasi gerak anak-anak.
Selain itu, lari balok juga menjadi hiburan unik yang jarang ditemui dalam kegiatan sekolah modern saat ini.
Festival Dolanan Anak Jadi Cara Mengenalkan Budaya Lokal
Festival Dolanan Anak bukan sekadar ajang perlombaan biasa bagi para siswa sekolah dasar di Semarang.
Baca Juga: Kisah 3 Jurnalis Indonesia Hilang Kontak di Kapal Relawan Gaza, Dewan Pers Desak Jalur Diplomasi
Kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda sejak usia dini.
Anak-anak diajak memahami bahwa permainan tradisional memiliki nilai kebersamaan dan kreativitas yang tinggi.
Di tengah perkembangan teknologi, dolanan tradisional dianggap penting agar anak tidak hanya terpaku pada gadget.
Banyak guru berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar setiap tahun di sekolah maupun ruang publik.
Dengan cara yang menyenangkan, pelestarian budaya tradisional pun dapat terus diwariskan kepada anak-anak.***