Kasus ini membuat Fraksi Gerindra DPRD Jember memberikan perhatian khusus terhadap etika anggota dewan.
Hanan menegaskan pejabat publik harus memprioritaskan kepentingan masyarakat dibanding urusan pribadi.
Menurutnya, bermain game saat rapat resmi merupakan tindakan yang tidak layak dilakukan.
Terlebih, rapat tersebut membahas persoalan pelayanan kesehatan dan kepentingan masyarakat luas.
Pihak fraksi juga melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama ke depan," tegasnya.
Syahri Mengaku Khilaf dan Minta Maaf
Secara terpisah, Achmad Syahri akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Ia mengaku menyesal atas perbuatannya yang dinilai tidak etis sebagai pejabat publik.
Permintaan maaf tersebut disampaikan usai dirinya menjalani sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra di Jakarta Selatan.
Saat ditanya alasan bermain game dan merokok saat rapat, Syahri mengaku hanya khilaf.
Ia juga memastikan tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.
"Ya sudah saya cukup menyesal sekali, menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi," tandas Syahri.***