Buntut dari viralnya video tersebut, Partai Gerindra langsung mengambil langkah tegas terhadap Syahri.
Anggota DPRD Jember itu akhirnya mendapat sanksi berupa teguran keras dari partainya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi internal.
Gerindra menilai pejabat publik harus mampu menjaga etika saat menjalankan tugas resmi.
Hanan juga menegaskan tidak boleh ada pengulangan kesalahan serupa di kemudian hari.
"Kalau ada kesalahan lagi, tentu dengan sanksi lebih berat bisa sampai pemecatan," tukas Hanan.
Syahri Ngaku Khawatir Sapi Virtual di Game Kelaparan
Alasan yang disampaikan Syahri setelah diperiksa justru ikut menjadi sorotan publik.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember mengungkap pengakuan Syahri terkait tindakannya bermain game saat rapat.
Menurut Hanan, rapat berlangsung cukup lama sejak pagi hingga siang hari.
Di tengah rapat itu, Syahri disebut teringat belum memberi makan sapi virtual di dalam game miliknya.
Pengakuan tersebut langsung ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
"Maksudnya bukan sapi betulan, tapi sapi mainannya (virtual) Syahri di game," ungkapnya.
Dinilai Harus Utamakan Kepentingan Warga