nasional

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf Personal, FSGI Justru Punya Pendapat Berbeda

Senin, 18 Mei 2026 | 04:13 WIB
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf Personal, FSGI Justru Punya Pendapat Berbeda (Menyoroti pernyataan sikap MPR RI terkait dewan juri yang terlibat kontroversi pada ajang final LCC di Kalimantan Barat. (YouTube.com / MPR RI))

Dalam siaran YouTube resmi MPR RI pada Sabtu, 9 Mei 2026, kedua juri LCC MPR RI itu sepakat memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.

Pada perlombaan itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai -5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Dyastasita.

Perbedaan penilaian tersebut langsung memicu protes dari peserta dan menjadi bahan perbincangan publik.

Banyak warganet menilai keputusan itu tidak adil bagi peserta lomba.

Video momen tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Ocha Protes karena Merasa Jawabannya Sama

Josepha Alexandra alias Ocha sebagai siswa SMAN 1 Pontianak sekaligus peserta Grup C akhirnya memprotes keputusan juri secara langsung.

Baca Juga: Viral Video Catcalling di Kereta Garut-Purwakarta, Penumpang Perempuan Mengaku Risih dan Tak Nyaman

Ocha mempertanyakan alasan jawaban kelompoknya mendapat nilai minus, sementara jawaban serupa dari kelompok lain dinilai benar.

Sikap Ocha yang berani menyampaikan protes kemudian mendapat banyak dukungan dari masyarakat di media sosial.

Banyak publik menilai keberanian Ocha mencerminkan sikap kritis dan keberanian menyuarakan ketidakadilan.

Kontroversi tersebut akhirnya berkembang menjadi perbincangan nasional.

Nama Ocha pun ramai diperbincangkan publik setelah video protesnya viral.

FSGI Soroti Pentingnya Permintaan Maaf Langsung

Halaman:

Tags

Terkini