Saat itulah patung diduga ikut roboh dan menimpa tubuh korban.
“Kemudian bermain di sana (patung). Terus kemudian kayak gandulan (bergelantungan) di sana di patungnya itu,” ujar Agung.
Setelah terjatuh, korban disebut masih sempat merangkak keluar dari bawah patung.
Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok juga menyebut korban sempat mengalami sesak napas setelah kejadian.
Dugaan sementara, benturan keras dari patung menyebabkan cedera serius di bagian tubuh korban.
Korban Sempat Dirawat dan Jalani Operasi
Usai kejadian, petugas museum bersama keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Awalnya korban masih dalam kondisi sadar meski mengalami luka di bagian pelipis dan mengeluh sakit di bagian perut.
“Korban itu sempat ngomong tidak mau dibawa ke rumah sakit, jadi kondisinya sadar. Namun karena mengeluh sesak nafas dan terus memegang perut akhirnya dibawa ke rumah sakit,” ujar staf museum.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pendarahan di organ hati korban sehingga harus menjalani operasi.
Kondisi korban sempat naik turun setelah operasi dilakukan di RS Columbia Asia Semarang.
Namun nyawa korban akhirnya tidak tertolong pada Selasa pagi, 12 Mei 2026.
Korban Ternyata Bukan Pengunjung Museum
Pihak museum menjelaskan bahwa rombongan korban sebenarnya tidak sedang berkunjung ke dalam museum.