Salah satunya adalah proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang kini sudah memasuki tahap Conditional Sale and Purchase Agreement atau CSPA.
Divestasi penuh ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026.
Selain itu, Telkom juga melakukan pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement pada Desember 2025.
Strategi ini disebut bertujuan meningkatkan utilisasi aset dan memperkuat fokus bisnis inti perusahaan.
Bisnis Data Center dan Telkomsel Masih Jadi Penopang Utama
Segmen B2C masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan Telkom melalui Telkomsel.
Sepanjang 2025, Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian.
Trafik data juga tumbuh signifikan hingga 15 persen seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat.
Di sisi lain, bisnis data center dan infrastruktur digital juga mencatat pertumbuhan positif.
Pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 9,2 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun, didorong ekspansi bisnis fiber dan data center.
TelkomGroup kini mengelola berbagai fasilitas hyperscale data center, enterprise data center, hingga edge data center untuk mendukung ketahanan digital nasional.***