Para siswa yang mengalami gejala keracunan langsung dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jakarta Timur dan Bekasi.
Rumah sakit yang menangani korban antara lain RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.
Sementara siswa dengan gejala lebih ringan menjalani rawat jalan di puskesmas terdekat.
Video dan foto kondisi korban yang tersebar di media sosial membuat publik ikut prihatin.
Beberapa siswa terlihat terbaring lemas di ranjang rumah sakit saat menjalani perawatan.
Hingga kini, sebagian korban masih dalam pemantauan tenaga medis.
SPPG Pulogebang 15 belum beri pernyataan resmi
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut SPPG Pulogebang 15 mulai beroperasi sebagai dapur MBG sejak 31 Maret 2026 lalu.
Namun hingga berita ini ramai diperbincangkan, pihak SPPG
belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan keracunan massal tersebut.
Bahkan akun Instagram resmi SPPG Pulogebang 15 diketahui sudah dikunci atau di-private.
Kasus ini juga mengingatkan publik pada insiden serupa yang sebelumnya terjadi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Saat itu, sebanyak 72 siswa juga dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap program MBG pada April 2026 lalu.
Publik kini menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.***