nasional

Pemkot Semarang Perketat Kendaraan Berat di Jalur Silayur Ngaliyan Demi Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:49 WIB
Pemkot Semarang Perketat Kendaraan Berat di Jalur Silayur Ngaliyan Demi Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

Truk Overkapasitas Disebut Jadi Pemicu Risiko Kecelakaan

Pemkot Semarang menilai kendaraan bertonase besar dengan muatan berlebih menjadi salah satu faktor utama kecelakaan di Silayur.

Beban kendaraan yang terlalu berat membuat performa pengereman menurun drastis saat melewati tanjakan maupun turunan curam.

Risiko semakin tinggi ketika kendaraan tidak sesuai standar operasional jalan.

Selain membahayakan sopir, kondisi tersebut juga mengancam pengguna jalan lain di sekitar kawasan Ngaliyan.

Karena itu, pengawasan terhadap kendaraan logistik kini diperketat.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan fatal di jalur Silayur.

Kawasan Industri Bikin Volume Kendaraan Meningkat

Pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di Semarang Barat ikut memengaruhi kepadatan jalur Silayur.

Baca Juga: Wujudkan Kesejahteraan ASN Pensiun, PT TASPEN Kantor Cabang Semarang Salurkan Manfaat THT untuk Purnabakti Pemkot

Kawasan Industri Candi, BSB, hingga area permukiman baru di Ngaliyan membuat arus kendaraan logistik terus meningkat setiap tahun.

Jalur tersebut kini menjadi salah satu akses utama distribusi barang dari arah Pantura menuju wilayah barat Semarang.

Akibatnya, lalu lintas kendaraan besar semakin padat terutama pada jam-jam tertentu.

Kondisi ini membuat risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Pemkot Semarang pun mulai menyesuaikan sistem pengawasan agar lebih ketat dan terukur.

Halaman:

Tags

Terkini