KLIK SAJA - Pemerintah Kota Semarang mulai mengambil langkah serius untuk meningkatkan keselamatan di kawasan Jalan Prof. Hamka–Moch. Ichsan atau yang dikenal sebagai jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan.
Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, khususnya bagi kendaraan bertonase besar.
Kondisi jalan yang curam dan padat aktivitas logistik membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.
Karena itu, Pemkot Semarang kini memperketat pengendalian kendaraan berat dan truk overkapasitas yang melintas di kawasan tersebut.
Langkah ini dilakukan demi menekan angka kecelakaan dan melindungi pengguna jalan lainnya.
Jalur Silayur Memiliki Tanjakan Ekstrem
Jalur Silayur dikenal memiliki karakteristik jalan yang cukup ekstrem dibanding ruas lain di Kota Semarang.
Berdasarkan data teknis, panjang tanjakan di kawasan tersebut mencapai sekitar 649 meter.
Tingkat kelandaian jalan bahkan berada di angka 9 hingga 13,2 persen.
Kondisi itu dinilai sudah melewati batas kritis bagi kendaraan berat tertentu.
Baca Juga: Jalur Afirmasi SPMB 2026 Kota Semarang Jadi Fokus Utama, Disdik Siapkan 133 Sekolah Swasta Gratis
Tidak sedikit truk mengalami gangguan pengereman saat melewati jalur tersebut.
Karena itulah kawasan Silayur sering menjadi perhatian utama dalam pengawasan lalu lintas kendaraan besar.