nasional

Nyentrik! Mahasiswa UMBY Tunggangi Sapi Jantan Saat Menuju Acara Wisuda Kelulusan

Senin, 4 Mei 2026 | 13:23 WIB
Adhisaka saat tunggangi sapi jantaan saat wisuda kelulusannya (tangkapan instagram)

KLIK SAJA - Adhisaka Surya Putera Astama mendadak menjadi sosok wisudawan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang paling menyita perhatian tahun ini.

Bukan tanpa alasan, gaya perayaan kelulusannya pada Kamis, 30 April 2026, tampil begitu nyentrik sekaligus berkesan.

Namanya mendadak ramai diperbincangkan setelah ia hadir dalam prosesi wisuda dengan cara tak biasa: menunggangi seekor sapi jantan menuju lokasi acara.

Di tengah para lulusan lain yang datang berjalan kaki, kehadiran Adhisaka jelas menjadi pemandangan langka yang langsung mencuri perhatian banyak orang.

Adhisaka merupakan lulusan Program Studi Peternakan UMBY asal Gamping Lor, Sleman. Aksinya datang bersama sapi ke area wisuda bukan sekadar sensasi, melainkan sebuah pesan yang telah dipersiapkan dengan matang.

Sebagai lulusan peternakan, ia ingin menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajarinya tidak berhenti di ruang kelas.

Dengan membawa simbol dunia peternakan ke tengah momen wisuda, Adhisaka menegaskan bahwa sektor ini bisa tampil modern, menarik, dan penuh peluang.

Menariknya, sapi yang ia tunggangi tetap tenang meski berada di tengah keramaian. Hal ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari persiapan yang matang.

Untuk menjaga kondisi hewan, sapi tersebut tidak dipaksa berjalan jauh. Adhisaka mengangkutnya menggunakan mobil pikap agar tidak kelelahan.

Langkah ini mencerminkan prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan—yakni memperlakukan hewan dengan baik, menjaga kenyamanan, kesehatan, serta menghindari stres berlebihan.

Selain itu, ketenangan sapi juga berasal dari kedekatan yang telah terbangun. Hewan tersebut sudah terbiasa berinteraksi dengannya.

“Harus ada proses belajarnya dulu, tidak semua sapi bisa langsung ditunggangi. Sapi yang tadi saya bawa itu memang sudah kulino dengan saya,” ujar Adhisaka.

Istilah kulino dalam bahasa Jawa berarti sudah terbiasa. Dalam praktik peternakan, kedekatan seperti ini membuat hewan lebih tenang dan mudah diarahkan.

Bagi Adhisaka, menjinakkan sapi bukan sekadar keterampilan teknis. Proses tersebut mengajarkannya tentang kesabaran, ketenangan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Halaman:

Tags

Terkini