Konsistensi ini yang akhirnya mengantarkannya ke Tanah Suci.
Rasa Haru Saat Mimpi Jadi Kenyataan
Ketika akhirnya mendapat panggilan haji, perasaan haru tidak bisa disembunyikan.
“Ya seneng. Rasane seneng banget niki,” kata Muqorobbin.
Perjalanan panjang selama 22 tahun akhirnya terbayar lunas.
Ia bisa menunaikan rukun Islam kelima yang sudah diimpikan sejak muda.
Kebahagiaan itu terasa sederhana tapi sangat dalam.
Momen ini menjadi bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
Harapannya Adalah Ibadahnya Diterima
Di balik perjuangan panjang itu, harapannya ternyata sangat sederhana.
Ia hanya ingin ibadahnya diterima oleh Allah.
“Harapane kulo nggih muga-muga ngibadah kulo yo ditampa Gusti Allah,” harapnya.
Tidak ada ambisi lain selain menjalankan ibadah dengan baik.