Investasi tidak lagi terpusat di satu wilayah saja.
Industri Logam dan Hilirisasi Jadi Andalan
Sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar investasi.
Nilainya mencapai Rp69,4 triliun sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Selain itu, sektor jasa, pertambangan, hingga transportasi juga berkontribusi besar.
Investasi di bidang hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen.
"Capaian investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan, meningkat 8,2% dibanding periode yang sama tahun lalu," tutup Rosan.
Hilirisasi dinilai jadi motor penting pertumbuhan investasi ke depan.***