Ia sempat berhenti sekolah saat masih duduk di kelas 3 SD.
Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama.
Tanpa aktivitas sekolah, waktu Julio lebih banyak dihabiskan di luar rumah.
Ia kehilangan arah dan rutinitas yang seharusnya membentuk masa depannya.
Kondisi ini membuat sang nenek semakin khawatir.
Terjerumus ke Pergaulan dan Tawuran
Tanpa pengawasan dan lingkungan yang tepat, Julio mulai terpengaruh pergaulan bebas.
Ia kerap terlibat dalam aksi kenakalan bersama teman-temannya.
Mulai dari lempar-lemparan batu hingga membawa senjata tajam.
Perilaku tersebut menjadi tanda bahwa hidupnya mulai keluar jalur.
Sang nenek hanya bisa cemas melihat perubahan itu.
Masa depan Julio saat itu terasa semakin tidak pasti.
Titik Balik Lewat Sekolah Rakyat