Program tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi melalui distribusi bahan pangan dan rantai pasok.
Selain itu, momentum Lebaran juga menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan belanja negara.
Pemerintah menyalurkan paket stimulus senilai Rp15 triliun untuk menjaga konsumsi masyarakat.
Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, diskon transportasi, serta Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.
Disiplin Fiskal Tetap Dijaga di Bawah Batas Aman 3 Persen
Pemerintah tetap mempertahankan komitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap PDB.
Batas tersebut menjadi acuan penting agar ekspansi fiskal tetap berada dalam jalur yang aman.
Christiantoko menilai defisit 0,93 persen pada triwulan I-2026 justru menunjukkan strategi kebijakan fiskal yang terukur.
Kebijakan belanja yang lebih tinggi dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat.
Perputaran ekonomi domestik diharapkan semakin kuat dengan dukungan stimulus yang tepat sasaran.
Dengan pengelolaan yang hati-hati, kebijakan fiskal dinilai mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan.***