Mayoritas pengunjung berasal dari luar Jember yang ingin mencoba kuliner lokal.
Kondisi ini membuat aktivitas penjualan meningkat tajam dibanding hari biasa.
Jumlah Pengunjung Bisa Tiga Kali Lipat dari Hari Normal
Pegawai toko menyebut jumlah pengunjung mengalami kenaikan signifikan selama masa libur Lebaran.
Jika pada hari biasa hanya sekitar 30 pengunjung per hari, kini jumlahnya bisa mencapai 100 orang.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap oleh-oleh khas daerah.
Momentum mudik menjadi waktu yang tepat untuk mempromosikan produk lokal.
Pelaku usaha pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan penjualan.
Kondisi ini turut membantu perputaran ekonomi daerah.
Oleh-oleh Jadi Cara Memperkenalkan Produk Lokal ke Daerah Lain
Banyak pengunjung membeli oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga maupun rekan kerja.
Selain sebagai buah tangan, oleh-oleh juga menjadi cara memperkenalkan produk khas daerah.
Salah satu pengunjung mengaku membeli kopi khas Jember untuk dikenalkan kepada temannya di Jakarta.