Kondisi ini dianggap kurang etis karena menyebabkan orang tua harus bekerja dua kali, serta guru harus menunda pulang demi memastikan semua siswa mendapat paket.
3. Guru Harus Menunggu Lama
Para guru menjadi pihak yang terdampak langsung akibat keterlambatan ini.
Seharusnya mereka bisa pulang minimal pukul 10.00 WIB, namun karena menunggu kedatangan MBG, guru baru bisa pulang lebih lambat.
Hal ini menambah beban pekerjaan dan waktu yang harus dihabiskan guru, meski tujuannya tetap memastikan hak siswa terpenuhi.
4. Menu Buah MBG Banyak yang Mentah dan Busuk
Salah satu sorotan utama orang tua adalah kondisi buah yang dibagikan.
Terdapat semangka yang masih mentah, berwarna putih, salak busuk, serta buah naga yang tidak layak konsumsi.
Kondisi ini membuat wali murid kecewa karena seharusnya MBG diberikan sebagai makanan bergizi yang sehat.
Banyak orang tua menilai pemborosan anggaran negara terjadi karena kondisi buah yang tidak layak.
5. SPPG Rawajitu Timur Belum Memberikan Keterangan
Baca Juga: Info Mudik! Jadwal Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Periode 15 – 31 Maret 2026
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawajitu Timur belum memberikan klarifikasi terkait keterlambatan pengiriman MBG dan kondisi menu buah.
Wali murid berharap agar pihak terkait segera menindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang, terutama menjelang libur panjang dan momen penting seperti Lebaran.