nasional

Mengenal Kekuatan Rudal Balistik Iran yang Menakutkan: Kekuatan Utama Hadapi Hegemoni AS - Israel

Senin, 2 Maret 2026 | 23:57 WIB
Gambaran Kekuatan Rudal Balistik Iran (CSIS)

Rudal balistik jarak terjauh Iran memiliki jangkauan sekitar 2.000 hingga 2.500 kilometer. Artinya, rudal tersebut dapat menjangkau Israel, pangkalan-pangkalan terkait AS di kawasan Teluk, serta sebagian besar wilayah regional.

Namun, berbeda dengan klaim sejumlah pihak di lingkaran Presiden Donald Trump, rudal tersebut tidak mampu menjangkau wilayah daratan Amerika Serikat.

Rudal jarak pendek: “pukulan pertama”

Rudal balistik jarak pendek—sekitar 150 hingga 800 kilometer—dirancang untuk menyerang target militer terdekat dan melakukan serangan cepat di kawasan.

Sistem utamanya mencakup varian Fateh seperti Zolfaghar, Qiam-1, serta Shahab-1 dan Shahab-2 yang lebih lama.

Jangkauan yang lebih pendek justru bisa menjadi keunggulan dalam situasi krisis: rudal-rudal ini dapat ditembakkan secara salvo (beruntun), memperpendek waktu peringatan dan mempersulit upaya pencegahan dini oleh lawan.

Iran menggunakan pola ini pada Januari 2020, ketika menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak setelah AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani.

Serangan itu merusak infrastruktur dan menyebabkan lebih dari 100 personel AS mengalami cedera otak traumatis—menunjukkan bahwa Iran mampu menimbulkan kerugian besar tanpa harus menyamai kekuatan udara AS.

Rudal Balistik Iran dalam sebuah pameran (money control)

Rudal jarak menengah: memperluas peta konflik

Jika rudal jarak pendek adalah respons cepat Iran, maka rudal balistik jarak menengah—sekitar 1.500 hingga 2.000 kilometer—mengubah pembalasan menjadi persoalan regional.

Sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, Sejjil, serta desain yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem menopang kemampuan Iran untuk menjangkau target yang lebih jauh.

Sejjil menonjol karena menggunakan bahan bakar padat, yang umumnya memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair—sebuah keuntungan jika Iran memperkirakan akan menerima serangan dan membutuhkan opsi respons yang lebih tangguh dan cepat.

Secara nama, Rudal Sejjil adalah yang paling menyeramkan, karena diambil dari surah Al-Fill di dalam Al Quran dimana merupakan batu-batu dari neraka yang dibawa burung Ababil untuk melawan pasukan Abrahah di jaman kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Secara keseluruhan, rudal jarak menengah ini menempatkan Israel serta berbagai fasilitas terkait AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dalam jangkauan. Artinya, daftar target Iran meluas, dan paparan risiko kawasan pun meningkat.

Halaman:

Tags

Terkini