Masyarakat mulai belajar merawat alam dan menilai nilai lingkungan sebagai aset jangka panjang.
Perubahan lanskap ini juga memunculkan rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.
Kolaborasi antara warga dan program pemberdayaan Antam menjadikan kegiatan lebih terstruktur.
Kini, lahan bekas PETI menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Cek Sekarang! Berapa Hari Lagi Idul Fitri 2026 dan Apa yang Perlu Disiapkan Sejak Awal Ramadhan
Perubahan ini membuktikan bahwa kesadaran, jika dibarengi dukungan, mampu menggeser orientasi hidup masyarakat.
Kang Gemer dan Budidaya Domba di Desa Cisarua
Kang Gemer, yang dulu dikenal sebagai gurandil, memutuskan meninggalkan PETI demi kehidupan yang lebih stabil.
Melalui Program Sundung Cisarua, ia mendapatkan pelatihan budidaya domba dan manajemen usaha ternak.
Awalnya aktivitas ini terasa asing, namun seiring waktu ia berhasil membangun usaha yang menguntungkan.
Beternak domba memberi kepastian penghidupan yang tak pernah ia rasakan saat menambang.
Kini, Kang Gemer menjadi mantri domba, membimbing warga lain untuk mengikuti jejaknya.
Baca Juga: Iran Berduka! Ayatollah Ali Khamenei Tewas Dalam Serangan Israel-AS
Ia juga menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan dan kegiatan edukasi.
Transformasi ini tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga mempengaruhi struktur sosial di desa.