KLIK SAJA - Hendrik pernah menjadi penambang ilegal di Pongkor, namun lama-kelamaan ia menyadari risiko besar yang dihadapi, mulai dari keselamatan hingga ketidakpastian penghasilan.
Ia pun memutuskan meninggalkan PETI dan mencari cara hidup yang lebih aman dan berkelanjutan.
Bersama warga, Hendrik membentuk Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku.
Mereka mulai menanam bibit tanaman endemik dan membuat pupuk organik.
Baca Juga: Simak Sekarang! 20 Hari Lagi Lebaran 2026, Target Puasa dan Amalan yang Masih Bisa Disempurnakan
Lahan bekas galian PETI kini hijau kembali, memberikan rasa bangga pada warga.
Aktivitas baru ini bukan hanya melindungi alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi alternatif.
Anak-anak dan ibu-ibu desa turut dilibatkan, sehingga kegiatan menjadi ruang edukasi sekaligus sosial.
Hendrik menegaskan, melihat pohon tumbuh di lahan yang dulu rusak memberi kepuasan yang tak ternilai.
Transformasi Lanskap Bekas Galian PETI
Lahan yang sebelumnya rusak akibat PETI kini berubah menjadi area persemaian tanaman.
Baca Juga: BRI Dominasi 49% Penyaluran Kredit Program Perumahan Dukung Program 3 Juta Rumah
Bibit ditanam dalam polybag dan dirawat secara rutin oleh warga.
Aktivitas ini menggantikan kebiasaan lama menggali dan menambang yang penuh risiko.