KLIK SAJA - Tanpa terasa, hari-hari awal Ramadhan mulai terlewati. Suasana sahur dan berbuka sudah menjadi rutinitas, masjid kembali ramai, dan lantunan ayat suci semakin sering terdengar.
Namun di tengah ritme ibadah yang berjalan, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan, sudah sejauh mana persiapan kita menyambut Idul Fitri?
Banyak orang menunggu Lebaran sebagai momen berkumpul bersama keluarga, mengenakan pakaian baru, dan menikmati hidangan khas hari raya.
Padahal, Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah puncak perjalanan spiritual selama satu bulan penuh.
Baca Juga: Cek Sekarang! Berapa Hari Lagi Idul Fitri 2026 dan Apa yang Perlu Disiapkan Sejak Awal Ramadhan
Ramadhan Bukan Sekadar Menahan Lapar
Awal Ramadhan sering diisi dengan semangat tinggi.
Target khatam Al-Qur’an dibuat, jadwal tarawih direncanakan, hingga komitmen memperbanyak sedekah.
Namun setelah beberapa hari berlalu, tidak sedikit yang mulai kembali pada rutinitas biasa.
Di sinilah momen evaluasi menjadi penting. Apakah puasa kita hanya menahan lapar dan dahaga, atau benar-benar membentuk pribadi yang lebih sabar dan lebih peduli?
Karena pada akhirnya, kualitas Ramadhan akan menentukan kualitas Idul Fitri yang kita rasakan.
Menyambut Lebaran Dimulai dari Sekarang
Menyambut Lebaran bukan berarti menunggu 10 hari terakhir saja. Justru sejak awal Ramadhan, pondasi itu dibangun.