Melalui model pertanian sirkular terpadu, Garitan Kalongliud memulihkan lahan tidur, meningkatkan efisiensi irigasi, serta mengolah limbah lokal menjadi pupuk organik.
Hasilnya, pendapatan kelompok tani meningkat signifikan, biaya produksi menurun, dan tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap program.
Wisnu menegaskan bahwa Garitan Kalongliud bukanlah bantuan jangka pendek, melainkan solusi sistemik yang dirancang untuk membangun kembali ekosistem pertanian desa secara menyeluruh.
“Program Garitan Kalongliud merupakan salah satu program inovasi sosial yang telah dijalankan ANTAM sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perusahaan yang dilaksanakan secara terintegrasi. Melalui model berbasis ekosistem ini, kami berharap desa mampu membangun ketahanan jangka panjang yang mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.
Komitmen Jangka Panjang untuk Kesejahteraan
Bagi ANTAM, keberlanjutan bukan sekadar menjalankan operasi tambang secara bertanggung jawab.
Lebih dari itu, keberlanjutan adalah komitmen jangka panjang untuk membangun desa yang tangguh, memiliki pilihan ekonomi yang sehat, serta mampu menghadapi berbagai tantangan.
Melalui pendekatan kolaboratif dan inovasi sosial yang berkelanjutan, ANTAM menunjukkan bahwa industri pertambangan dapat berjalan seiring dengan penguatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pongkor menjadi salah satu bukti nyata bahwa praktik bisnis yang bertanggung jawab mampu melahirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang.***