Salah satu program awal adalah Cikal Tangkal (Ciguha Kampung Lestari Tanggung Kawal Lingkungan) di Desa Bantar Karet.
Program Cikal Tangkal hadir dalam fase pemulihan kawasan dan penguatan kelembagaan masyarakat, dengan fokus pada restorasi lingkungan serta pembangunan kembali kohesi sosial.
Kawasan yang sebelumnya rentan kini mulai tertata dan produktif, menjadi titik awal arah pembangunan baru yang lebih berkelanjutan.
Tidak berhenti di situ, di Desa Malasari ANTAM menjalankan Program Pepeling Cisangku.
Program ini mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan berbasis komunitas.
“Pepeling Cisangku mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal. Pendekatan berbasis komunitas diterapkan untuk membangun kepemilikan usaha, meningkatkan kapasitas kelompok, dan memperkuat akses terhadap pasar,” jelas Wisnu.
Mendorong Ketahanan Desa Lewat Pertanian Terintegrasi
Pada 2024, melalui Program Sundung Cisarua di Desa Cisarua, ANTAM mengembangkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi.
Program ini melibatkan pemuda, perempuan, dan kelompok rentan sehingga membuka ruang ekonomi yang lebih stabil dan legal.
Tak hanya menciptakan sumber penghasilan baru, program ini juga memperkuat struktur sosial desa serta meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam menentukan masa depan mereka.
Garitan Kalongliud: Solusi Sistemik Pascabencana
Salah satu inisiatif strategis yang menjadi sorotan adalah Program Garitan Kalongliud di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Program ini lahir sebagai respons atas krisis yang terjadi pascabencana banjir dan longsor tahun 2020 yang merusak infrastruktur irigasi secara menyeluruh.