nasional

Dari PETI ke Pertanian Berkelanjutan, Perjuangan Wahyudin Hidupkan 35 Hektar Lahan Tidur di Kalongliud Bogor

Senin, 23 Februari 2026 | 15:18 WIB
Dari PETI ke Pertanian Berkelanjutan, Perjuangan Wahyudin Hidupkan 35 Hektar Lahan Tidur di Kalongliud Bogor

Dampak Sosial dan Pengakuan Nasional

Secara makro, inisiatif kolaboratif bersama ANTAM mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,34 serta berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan desa sebesar 6,52 persen.

Atas dedikasinya, Wahyu dianugerahi Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 sebagai Local Hero Inspiratif.

Kini, semangat itu terus menyala melalui Rumah Belajar Garitan yang telah dikunjungi lebih dari 696 orang.

Baca Juga: Info Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Dibuka 22 Februari Tujuan Jateng, Jabar, Jatim, Lampung dan Sumsel

Ia juga mendorong regenerasi petani muda, termasuk Atang Sujai yang aktif menyempurnakan formula pupuk organik untuk desa-desa sekitar.

Baca Juga: Mudik Gratis! Semarang–Yogyakarta 2026, Panduan Lengkap Pendaftaran Resmi

Bagi Wahyu, gelar sarjana dan penghargaan nasional bukanlah puncak pencapaian.

Kemenangan terbesarnya adalah melihat tetangganya pulang ke rumah dengan selamat, membawa hasil keringat yang halal.

“Kalau kita merawat tanah dengan hati, tanah akan merawat kehidupan kita. Dan kalau kita bergerak bersama, desa ini akan selalu punya harapan,” tutup Wahyu, menatap hamparan hijau yang dulu sempat hampir ditinggalkan.***

 

Halaman:

Tags

Terkini