Ini menjadi pesan penting dalam konteks kunjungan Wapres yang juga bertepatan dengan persiapan perayaan Imlek 2577 Kongzili di kota itu.
Simbol toleransi seperti ini dianggap penting untuk diperkuat melalui kunjungan langsung pejabat tinggi negara ke pusat-pusat kebudayaan dan kerukunan.
Keberadaan tempat seperti Sam Poo Kong memperlihatkan wajah Indonesia yang plural sekaligus bersatu.
Hal tersebut menjadi narasi kuat dalam pembangunan kebhinekaan yang terus digaungkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Dialog tentang Pariwisata Berbasis Sejarah dan Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Wapres tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga berdialog dengan pengelola kawasan dan masyarakat tentang strategi pengembangan pariwisata.
Fokusnya adalah pengembangan wisata yang berbasis sejarah dan budaya, yang dapat menjadi pengungkit ekonomi lokal.
Diskusi tersebut mencakup upaya penataan kawasan, peningkatan fasilitas publik, serta dukungan terhadap pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di sekitar kawasan wisata.
Kolaborasi semacam ini dianggap mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Pemerintah Kota Semarang memaparkan berbagai upaya yang telah dijalankan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.
Keterlibatan lokal menjadi hal yang ditekankan agar kesejahteraan warga ikut tumbuh bersama sektor pariwisata.
Sinergi Pusat dan Daerah sebagai Fokus Utama Kunjungan
Agustina menyatakan bahwa kunjungan Wapres ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.