Secondary Resources dan Industri Non-Mineral
Selain cadangan mineral, Indonesia memiliki peluang dari limbah industri dan sumber daya sekunder.
Dany menyebut potensi besar juga ada di sektor perikanan dan industri lain yang masih minim optimalisasi.
Monetisasi sumber daya sekunder ini dapat memperpanjang umur ekonomi SDA sekaligus membuka peluang bagi inovasi dan diversifikasi industri nasional.
Baca Juga: Cek Disini! Daftar Tanggal Libur Sekolah Cuti Bersama Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Penguatan Hilirisasi untuk Nilai Tambah Lebih Besar
Saat ini, dominasi ekspor bahan mentah membuat sebagian besar nilai tambah dinikmati di luar negeri.
Dany menekankan pentingnya hilirisasi industri untuk menahan manfaat ekonomi tetap berada di dalam negeri.
Langkah ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pajak, serta menguatkan industri nasional agar lebih berdaya saing di pasar global.
Riset dan Inovasi sebagai Kunci Transformasi
Anggaran riset Indonesia masih sekitar 0,3% dari PDB, yang menurut Dany belum memadai.
Penguatan R&D diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengadopsi teknologi, tetapi juga pencipta inovasi.
Dengan dukungan kebijakan, insentif, dan kolaborasi antara industri, BUMN, perguruan tinggi, dan startup, transformasi ekonomi menuju pertumbuhan 8% dapat terealisasi.
Dany memperkenalkan kerangka DAI: Distinctive mendorong industrialisasi berbasis keunggulan nasional, Adaptive menyesuaikan dengan dinamika global termasuk CBAM dan transisi energi hijau, dan Inclusive membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup, dan BUMN.