Menurut IFG Progress, fleksibilitas investasi saham hanya akan menambah stabilitas jika disertai ALM yang ketat, pengawasan memadai, dan transparansi penuh kepada pemangku kepentingan.
Baca Juga: BRI Dominasi 49% Penyaluran Kredit Program Perumahan Dukung Program 3 Juta Rumah
Tanpa itu, risiko konsentrasi bisa berkembang menjadi tekanan sistemik.
Kebijakan peningkatan batas investasi saham menjadi peluang memperluas fleksibilitas portofolio, namun keberhasilan implementasinya tergantung pada penguatan tata kelola, disiplin manajemen risiko, dan prinsip ALM yang ketat.
Dengan pendekatan ini, fleksibilitas investasi dapat menjadi pendorong stabilitas keuangan dan pertumbuhan jangka panjang tanpa memicu konsentrasi risiko berlebihan.***